Senin, 04 Januari 2016

Tutup

Pernah menyerah?
Pernah berhenti untuk berharap?
Pernah takut untuk mencoba lagi?
Pernah.

Menyerah, berhenti, takut.
Tiga kata yang menggambarkan masa lalu.
Masa lalu dimana terbuang dengan begitu saja.
Meninggalkan bayangan dan jejak yang tak dapat dihapus
Dan selalu membekas.
Bukan luka.
Tapi kenangan.

Bayangan itu, jejak itu masih membayang disetiap langkah
Tergambar jelas
Terekam dengan sangat baik
Sangat baik hingga tak terhapuskan

Menyerah, berhenti, takut.
Bukan berarti menyesal.
Menyerah, memaksakan bukanlah hal yang baik
Sudah mencoba?
Selalu.
Berhenti, jalan terbaik untuk semuanya.
Kenyataan berbanding terbalik dengan harapan.
Terlalu egois untuk melanjutkan.
Takut, memulai lembaran baru tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Bercermin ke masa lalu dan mengulangnya lagi akan berakhir sama.

Bukan bagaimana berakhir tapi bagaimana menjadi sebuah pembelajaran.
Cobalah berhenti melihat kebelakang, hanya ada bayangan dan jejak kaki.
Menataplah lurus kedepan.
Buka lembaran baru.
Biarkan kenangan itu yang mendorongmu mencari.
Ada dia disana.
Yang sedang menunggumu menemukannya.


Air Mata


Menangis tidak selamanya bersedih
Menangis juga tidak mutlak bahagia
Menangis adalah tumpahan perasaan
Perasaan yang tidak dapat tersampaikan
Terkadang kekecewaan yang tidak dapat terlampiaskan
Perasaan senang yang tidak dapat diutarakan dengan rangkaian kata
Bukan Cengeng, bukan
Air mata yang mengalir mengandung banyak makna
Mata yang berkaca-kaca
Mata yang tak sanggup membendung air mata yang tergenang dan mengalir jatuh hingga membasahi kedua pipi
Asin.
Bukan Cengeng, bukan
Itu hanya luapan perasaan
Luapan kebahagiaan
Luapan kekesalan
Luapan emosi
Luapan perasaan
Seorang wanita..