Bukannya kamu yang salah
Mungkin aku yang terlalu egois
Atau mungkin aku yang terlalu takut untuk kehilanganmu
Kamu selalu yakin bahwa akulah pendamping hidupmu
Harus!
Tapi mengapa pernyataanmu itu sebuah keraguan bagiku?
Sehari, dua hari, seminggu, sebulan...
Semakin lama keraguan itu semakin besar
Bukannya meyakinkan namun menyakitkan
Aku takut kepastian yang kamu katakan itu adalah sebuah kekecewaan
Kekecewaan yang dihasilkan karena tidak sesuai keinginan 'kita'
Bukannya tidak mempercayaimu
Tapi aku hanya ragu
Takut
Kita akan berakhir dengan aku-kamu
Bukan 'Kita' yang selama ini kita inginkan
Bukannya tidak menginginkanmu
Sangat!
Tapi mengapa aku selalu takut untuk hanya memikirkannya?
Dan terbuai dalam khayalan tentang 'kita'
Hatiku sangat menginginkanmu
Menjadi bagian dari kehidupanku itulah harapanku
Tapi mengapa ada bagian yang selalu ingin menjauh darimu?
Menolakmu
Menghindar darimu
Jikalau kita berakhir bersama
Amin
Terima kasih sudah memilihku
Membuat harapan menjadi sebuah kenyataan
Mempercayaiku untuk mendampingimu
Mendukungmu
Dan apabila pada akhirnya 'Kita' hanya harapan, hanya angan-angan
Karena mungkin aku bukan lah kebahagiaan sempurna buatmu
Adalah sebuah kebahagiaan bisa bersamamu
Menjadi bagian dari duniamu untuk sementara
Selasa, 23 Agustus 2016
Rabu, 01 Juni 2016
HUH?!
Apakah semua yang kutakutkan akan benar-benar terjadi?
Kamu ingat aku pernah berkata padanya, rasa itu akan memudar seiring dengan waktu?
Apakah dia ingat dengan keterbiasaan ini akan menetralkan perasaan kami?bukan kami tapi dia
Aku takut semua pemikiran bodoh yang pernah terpikirkan akan menjadi kenyataan.
Apakah aku dengannya hanya dipertemukan dan bukan untuk dipersatukan?
Sabtu, 28 Mei 2016
Bodoh atau membodohi diri sendiri
Lucu setiap kali aku bertanya tentangnya atau menyinggung namanya kamu selalu dan selalu seakan tak mendengarnya. Apakah itu kesengajaan yang dibuat-buat?atau memang begitu adanya?
Lucu tapi tidak membuatku tertawa bahkan mengangkat sedikit bibirku juga tidak. Yang ada hanya rasa penasaran, sedikit bumbu kecemburuan dan beribu pertanyaan. Masih kah?atau kamu mencoba untuk tidak me-masihkan?
Tahukah kamu kesengajaanku menyebutkan namanya hanya untuk melihat reaksimu yang selalu diluar dugaanku?
Tidak ingin mendengar namanya?tidak ingin dibahas?atau tidak ingin mengingatnya karena akan memekarkan kembali perasaan yang 'dulu' pernah ada dan menggali seluruh kenangan yang telah tersimpan di memori kenangan?Ntahlah.
Ketika pertanyaan-pertanyaan itu muncul dengan berbagai macam pembenaran oleh pemikiranku, ada ruang kecil disudut sana yang selalu dipenuhi rasa penyesalan karena kesengajaanku. Bodoh atau membodohi diri sendiri? Aneh.
Senin, 04 Januari 2016
Tutup
Pernah menyerah?
Pernah berhenti untuk berharap?
Pernah takut untuk mencoba lagi?
Pernah.
Menyerah, berhenti, takut.
Tiga kata yang menggambarkan masa lalu.
Masa lalu dimana terbuang dengan begitu saja.
Meninggalkan bayangan dan jejak yang tak dapat dihapus
Dan selalu membekas.
Bukan luka.
Tapi kenangan.
Bayangan itu, jejak itu masih membayang disetiap langkah
Tergambar jelas
Terekam dengan sangat baik
Sangat baik hingga tak terhapuskan
Menyerah, berhenti, takut.
Bukan berarti menyesal.
Menyerah, memaksakan bukanlah hal yang baik
Sudah mencoba?
Selalu.
Berhenti, jalan terbaik untuk semuanya.
Kenyataan berbanding terbalik dengan harapan.
Terlalu egois untuk melanjutkan.
Takut, memulai lembaran baru tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Bercermin ke masa lalu dan mengulangnya lagi akan berakhir sama.
Bukan bagaimana berakhir tapi bagaimana menjadi sebuah pembelajaran.
Cobalah berhenti melihat kebelakang, hanya ada bayangan dan jejak kaki.
Menataplah lurus kedepan.
Buka lembaran baru.
Biarkan kenangan itu yang mendorongmu mencari.
Ada dia disana.
Yang sedang menunggumu menemukannya.
Pernah berhenti untuk berharap?
Pernah takut untuk mencoba lagi?
Pernah.
Menyerah, berhenti, takut.
Tiga kata yang menggambarkan masa lalu.
Masa lalu dimana terbuang dengan begitu saja.
Meninggalkan bayangan dan jejak yang tak dapat dihapus
Dan selalu membekas.
Bukan luka.
Tapi kenangan.
Bayangan itu, jejak itu masih membayang disetiap langkah
Tergambar jelas
Terekam dengan sangat baik
Sangat baik hingga tak terhapuskan
Menyerah, berhenti, takut.
Bukan berarti menyesal.
Menyerah, memaksakan bukanlah hal yang baik
Sudah mencoba?
Selalu.
Berhenti, jalan terbaik untuk semuanya.
Kenyataan berbanding terbalik dengan harapan.
Terlalu egois untuk melanjutkan.
Takut, memulai lembaran baru tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Bercermin ke masa lalu dan mengulangnya lagi akan berakhir sama.
Bukan bagaimana berakhir tapi bagaimana menjadi sebuah pembelajaran.
Cobalah berhenti melihat kebelakang, hanya ada bayangan dan jejak kaki.
Menataplah lurus kedepan.
Buka lembaran baru.
Biarkan kenangan itu yang mendorongmu mencari.
Ada dia disana.
Yang sedang menunggumu menemukannya.
Air Mata
Menangis tidak selamanya bersedih
Menangis juga tidak mutlak bahagia
Menangis adalah tumpahan perasaan
Perasaan yang tidak dapat tersampaikan
Terkadang kekecewaan yang tidak dapat terlampiaskan
Perasaan senang yang tidak dapat diutarakan dengan rangkaian kata
Bukan Cengeng, bukan
Air mata yang mengalir mengandung banyak makna
Mata yang berkaca-kaca
Mata yang tak sanggup membendung air mata yang tergenang dan mengalir jatuh hingga membasahi kedua pipi
Asin.
Bukan Cengeng, bukan
Itu hanya luapan perasaan
Luapan kebahagiaan
Luapan kekesalan
Luapan emosi
Luapan perasaan
Seorang wanita..



