Rabu, 09 November 2011

Puisi: Aku sebagai dia?

Benda cair bening ini terus saja mengalir dari kedua alat indraku.
Sesaat aku terhanyut dalam lamunan, jikalau itu adalah aku?
Ntahlah, apa jawaban yang akan kuberi untuk menjawabnya.
Mungkin, ya mungkin jawaban itu akan berbanding terbalik dengan dia.
Jujur saja..
Aku manusia yang lemah, cengeng dan selalu bergantung pada orang lain.
Bukan seperti dia, selalu tegar menghadapi cobaan.
Terkadang sifatnya itu kujadikan sebagai panutan.
Tetapi..
Aku adalah aku, susah untuk mengubahnya.
Kisah hidupnya juga terkadang membuatku ingin seperti dia.
Dikelilingi cinta dari orang-orang yang menyayanginya.
Namun aku kembali berfikir, apa aka tetap akan bertahan?
Kurasa jawabannya akan tetap sinkron, ya tentu saja tidak.
aku tak bisa sepertinya dirinya.
Ujian itu terlalu sulit buat orang sepertiku ini..

Puisi: Kau tahu apa?

Kau takkan pernah mengerti!
Tak akan pernah!
Hey, kau tahu apa tentang kehidupanku?
Aku yang melaluinya! Aku yang merasakannya!
Kau tahu apa?
Kita berbeda!
Kisah kita berbeda!
Sifat kita berbeda!
Nasib kita sangat berbeda!
Walau kau pernah melaluinya,tetap saja berbeda!
Jangan samakan diriku dengan dirimu!
Kita hidup di zaman yang berbeda.
Kau harus tahu itu!

Selasa, 02 Agustus 2011

Penyesalan [untuk masa lalu]

Penyesalan, kata yang kita kenal di setiap alur kehidupan. Dimana seseorang yang ingin mengulang waktu, walau dia -bahkan semua orang tahu- hal itu adalah sebuah kenyataan yang tak dapat berubah, yah waktu tak dapat kembali berputar.
Penyesalan, kenapa ia selalu datang di akhir cerita hidup? Di saat kita harus memilih, di saat kita tak bisa menentukan, di saat kita harus kecewa pada akhirnya.  Ya, seandainya penyesalan itu bukanlah sebuah pilihan.
Aku..bukan!tapi semua orang yang pernah merasakan kata itu tidak akan sepeti sekarang, tidak akan meminta waktu untuk berputar lagi!mengulang kembali semua kisah memuakkan itu!
Kalian tau?penyesalan itu ibarat nasi yang telah menjadi bubur, tidak dapat berubah menjadi nasi lagi! Sekeras apapun kalian mencoba untuk mengubahnya, tetap saja hasilnya seperti yang terpampang jelas, penyesalan..
Serangkaian kisah menyakitkanku pun kulewatkan dengan ending penyesalan. Aku terlalu gegabah!aku terlalu ceroboh!aku.. aku melewatkan semuanya begitu saja, menghempaskannya begitu saja, merelakannya dengan cepat, bahkan tidak sempat menggenggamnya.
Aku menyesal, aku menyesali semuanya. .
Penyesalan, kenapa aku harus menerimamu dalam hidupku?mengapa aku harus membiarkanmu melakukan semuanya sesuai keinginanmu?
Sudahlah, aku tau semua telah berlalu, aku tau dia telah bahagia, aku tau itu! Dan yang aku ketahui dari semua ini, jangan mengakhiri semua dengan penyesalan!

Minggu, 17 Juli 2011

Puisi: Harapan Sia - Sia

Berharap..
Aku benci…
Aku benci yang namanya berharap…
Sungguh aku tak mampu dan tak sanggup berharap lagi…
Beharap...
Kata yang dapat membuatku menghayal ke duniaku…
Namun semua itu hanya khayalan…
Harapan yang selalu membuatku terpuruk..
Membuatku jatuh ke dalam lubang hitam yang dalam dan tak dapat kembali lagi…
Berharap…
Semuanya tidak akan pernah menjadi nyata..
Apakah semuanya hanya khayalan semata.??
Atau sebuah harapan yang suatu saat akan terwujud.??
Namun aku tak berani untuk berharap lagi..
Aku takut semuanya hanya akan terbuang sirna..
Terbuang dan terlupakan..
Berharap…
Apakah suatu saat aku akan terbuai dalam khayalanku sendiri.??
Dan berharap semua itu menjadi nyata.??
Berharap semua itu akan terjadi.??
Hanya Tuhan yang tahu…
Berharap..
“aku berharap semua impianku selama ini menjadi nyata..”
Tapi..
Selama hidupku ini, aku hanya bisa berharap..
Aku sudah berusaha..
Berusaha semampuku untuk mencapainya..
Berharap…
Semua usahaku ternyata sia-sia saja…
Kadang aku menyalahkan Tuhan atas semua penderitaan yang terjadi padaku….
Namun aku harus mensyukuri..
Mensyukuri semuanya..
Karena aku tahu..
Tuhan sudah merencanakan yang terbaik untukku…

Puisi: Always Beside You

Maafkan aku..
Maafkan semua kebodohanku..
Jangan pernah kau manangis lagi..
Jangan pernah biarkan wajahmu yang cantik berlinang dengan air mata..
Walau aku tak ada lagi untukmu..
Walau ragaku tak dapat lagi memelukmu..
Namun hatiku akan selalu ada untukmu..
Kapan pun dan di mana pun kamu berada..
Percayalah aku ada untukmu..
Janjilah kepadaku bahwa kamu akan bahagia..
I always beside you..

Puisi: Bohong!

Katakan itu hanya sebuah kebohongan..
Hanya sebuah kekonyolan..
Hanya sebuah candaan..
Jangan pernah katakan itu semua..
Aku tak sanggup..
Aku tak dapat menerimanya..
Menerimanya sebagai kenyataan..
Katakan itu hanya sebuah kebohongan..
Hanya gurauan semata..
Aku tak akan pernah percaya..
Aku tak akan pernah mengganggap itu semua bukan gurauan..
Tolong..
Katakan ini semua hanya sebagai pelengkap hiburan buatmu..
Air mata ini tak akan keluar lagi..
Tak akan pernah terbohongi lagi..
Aku sudah tak kuat menahan perihnya sakit hati ini..
Karena kebohongannmu yang mungkin hanya sebuah kebohongan..

Puisi: Jawaban

Apakah itu aku.??
Apakah semua itu hanya untukku.??
Atau aku yang terlalu kepedean.??
Berilah aku sebuah jawaban..
Jawaban yang mampu menjawab semua pertanyaan yang selalu bergelut dalam pikiranku selama ini..
Walau hanya sebuah tanda, berilah aku jawaban..
Jangan membuatku berangan lebih jauh dari ini..

Puisi: Ayah, kau bisa!

Hanya sebuah doa yang dapat ku berikan untukmu..
Hanya sebagai penyemangat yang dapat ku lakukan untukmu..
Aku hanya bisa berdoa dan berharap..
Kau akan baik-baik saja..
Kau akan tersenyum lagi..
Kau akan bergembira bersama kami lagi..
Ku yakin dan percaya..
Bahwa kau dapat menyelesaikannya..
Karena ku yakin kamu mampu melakukannya..
You can do anything..
I will support you until forever..
Cause you are my hero..
Just the way you are..
Ayah..

Puisi: Aku-Dia

Inikah yang namanya adil.??
Aku tak pernah berbohong kepadamu..
Aku tak pernah melanggar laranganmu..
Aku bahkan tak pernah berani melakukannya..
Sedangkan dia.??
Dia yang pernah..
Dia yang selalu..
Pernahkah dirimu menyadari..
Aku seperti ini demi siapa.??
Demi diriku.?
Bukan.!tapi semua hanya untuk membuatmu senang..
Membuatmu bangga atas kehadiranku..
Tapi hanya itu yang aku bisa..
Pernahkah kamu menyadari..
Betapa sakitnya hatiku bila diriku membuatmu kecewa..
Kecewa atas kelakuan yang tak sesuai dengan harapanmu..
Tak sesuai dengan keinginanmu..
Ku tengah bersabar atas semua ini..
Tapi semua orang punya batas kesabaran..
Yang suatu saat akan meledak juga..
Bagai air yang di tuang dalam sebuah cangkir..
Lama-kelamaan air itu akan tumpah sedikit demi sedikit..
Karena tak cukup menampung air yang terus di tuangkan..
Demikian dengan perasaanku..
Kesabaran ini pasti suatu saat akan tumpah juga..
Dan pada saat itu, ntah apa yang akan terjadi..
Padaku dan dirimu..

Puisi: Pria Buta Itu

Melangkah tanpa ragu..
Kakimu tak hentinya kau gerakkan..
Tongkat kian serta bersamamu..
Menuntunmu meraba jalan..
Kejamnya dunia tak membuatmu gentar..
Tak membuatmu lelah..
Semangatmu kian berkobar..
Kau menerjang segala hambatan..
Tanpa ada kata takut dalam setiap langkahmu..
Kau rela mencari nafkah, walau keadaanmu tak mendukung..
Kalau diriku menjadi engkau..
Tak ada kata yang mungkin akan kuucakapkan..
Selain kata ‘putus asa’..
Putus asa atas kekurangan itu..
Kini dirimu telah menjadi semangatku..
Untuk terus berusaha menatap kedepan..
Walau rintangan akan menghadang atas kekurangan..
Namun semangatmu telah melekat dalam jiwaku..

Puisi: Sempurna

Sempurna..
Kata yang tak mungkin dimiliki oleh setiap orang..
Kata yang tak mungkin dapat di gapai, walau dengan usaha apapun..
Sempurna..
Namun tak mungkin tak ada..
Mendekatinya pun sudah lebih dari sekedar kata cukup..
Sempurna..
Hal yang membuat seseorang menjadi risau..
Hal yang membuat seseorang ingin lebih dan lebih..
Sempurna..
Kau dan aku jauh berbeda..
Kau memiliki kata itu, walau hanya sekedar cukup..
Dan aku, aku tak punya, dan tak akan pernah..
Sempurna..
Kau, kau, kau punya itu..
Kau punya segalanya..
Segalanya yang membuatku menjadi tersingkirkan di mana pun aku berada..

Puisi: Kenangan

Hidup akan terus berjalan seperti waktu yang akan terus berputar..
Hari ini akan menjadi masa lalu, dan esok akan menjadi masa depan..
Semua hanya sebagai kenangan yang akan terlupakan suatu saat nanti..
Jam akan terus berputar hingga batreinya habis..
Begitu pula dengan semua ini..
Semuanya akan selesai pada suatu saat nanti..
Ada kalanya kita memang harus menyerah..
Ada kalanya juga kita harus mengikhlaskan..
Tak selamanya hidup akan terus berjalan dengan waktu..
Tak selamanya juga hidup akan terus seperti ini..
Siluet-siluet kenangan itu akan terus tergambar di memori..
Hingga waktu yang akan melenyapkannya..

Puisi: Penghuni Hati

Aku kecewa!aku cemburu!aku..
Aku malu pada diriku sendiri..
Aku hanyalah manusia yang senang bermimpi..
Aku bodoh!
Aku melepas semuanya hanya untuk orang yang bahkan tidak akan pernah singgah di alur kehidupanku..
Kau tahu?aku manusia yang sangat mengecewakan.
Aku memimpikan kau..
Kau, makhluk yang sangat sempurna untuk kudapatkan..
Kau, sangat sulit kugenggam!
Sangat sulit kurasakan!
Bahkan, kau? Kau anggap aku seperti angin..
Hanya seperti angin!
Angin yang datang saat itu juga dan pergi saat itu juga..
Kau..
Makasih telah menjadi penghuni hatiku..