Rabu, 09 November 2011

Puisi: Aku sebagai dia?

Benda cair bening ini terus saja mengalir dari kedua alat indraku.
Sesaat aku terhanyut dalam lamunan, jikalau itu adalah aku?
Ntahlah, apa jawaban yang akan kuberi untuk menjawabnya.
Mungkin, ya mungkin jawaban itu akan berbanding terbalik dengan dia.
Jujur saja..
Aku manusia yang lemah, cengeng dan selalu bergantung pada orang lain.
Bukan seperti dia, selalu tegar menghadapi cobaan.
Terkadang sifatnya itu kujadikan sebagai panutan.
Tetapi..
Aku adalah aku, susah untuk mengubahnya.
Kisah hidupnya juga terkadang membuatku ingin seperti dia.
Dikelilingi cinta dari orang-orang yang menyayanginya.
Namun aku kembali berfikir, apa aka tetap akan bertahan?
Kurasa jawabannya akan tetap sinkron, ya tentu saja tidak.
aku tak bisa sepertinya dirinya.
Ujian itu terlalu sulit buat orang sepertiku ini..

Puisi: Kau tahu apa?

Kau takkan pernah mengerti!
Tak akan pernah!
Hey, kau tahu apa tentang kehidupanku?
Aku yang melaluinya! Aku yang merasakannya!
Kau tahu apa?
Kita berbeda!
Kisah kita berbeda!
Sifat kita berbeda!
Nasib kita sangat berbeda!
Walau kau pernah melaluinya,tetap saja berbeda!
Jangan samakan diriku dengan dirimu!
Kita hidup di zaman yang berbeda.
Kau harus tahu itu!